
Sigit menegaskan bahwa penggusuran dilakukan tidak lantas mengabaikan janji Gubernur Anies Baswedan yang menolak model penggusuran sebagai penataan kota. Sigit mengklaim para warga yang digusur di Sunter bukan warga DKI.
"Cek saja, di daftar pemilih sementara maupun daftar pemilih tetap, mereka ada nggak? Orang ikut pemilu aja enggak kok," ujar Sigit di Balai Kota DKI, Senin (18/11).
Sigit meyakini bahwa warga yang terkena gusuran tersebut tidak terdaftar dalam Tempat Pemungutan Suara. Ia juga memastikan tidak ada kericuhan saat penggusuran terjadi.
"Enggak terdaftar di TPS maupun DPT. Itu klaim atas nama pemilih siapa? Enggak ada ricuh, damai (saat penggusuran)," tegas dia.
Sigit bahkan menegaskan sosialisasi penggusuran tersebut sudah dilakukan sekitar dua bulan lalu. Semua warga, kata dia, sudah mengetahui rencana penggusuran tersebut.
"Bahkan proses pembongkaran itu kota hanya membantu. Itu dilakukan sendiri oleh mereka," kata Sigit.
Dilansir dari Antara, warga Sunter yang terkena penggusuran menyanyangkan sikap Anies yang menggusur kawasan mereka. Padahal, mereka mengatakan Anies berjanji tidak akan melakukan penggusuran di kepemimpinannya.
"Kami semua pendukung Anies, tapi kenapa digusur, katanya dulu tidak ada penggusuran saat kampanye," kata salah seorang warga, Subaidah, seperti dikutip Antara, Sabtu (16/11).
Subaidah sendiri mengklaim sebagai pendukung Anies pada saat Pilgub sebelumnya. Hingga kini ia mengaku belum dikunjungi Anies pascapenggusuran. (ctr/ain)
from CNN Indonesia https://ift.tt/2CP4KT4
via IFTTT
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Dukung Anies, Korban Gusuran Sunter Dicap Bukan Pemilih DKI"
Post a Comment