
Arsul lantas mengingatkan jajaran Korps Bhayangkara soal Surat Edaran Kapolri Nomor 6/X/2015 tentang penanganan ujaran kebencian yang mengedepankan langkah pencegahan.
Sekretaris Jenderal PPP itu meminta kepolisian untuk tidak melanggar prinsip due process of law atau tindakan dengan dasar aturan yang jelas dan dilakukan dengan prosedur yang benar.
Selain itu, Arsul juga menyoroti kewenangan Polri dalam menindak pelanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Terutama penangkapan 18 orang oleh Polda Metro Jaya pada akhir pekan lalu.
Arsul mengingatkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang PSBB, menyebut PSBB berlaku jika telah disetujui Menteri Kesehatan. Sementara hingga saat ini DKI Jakarta belum ditetapkan sebagai wilayah PSBB.
"Karenanya, yang bisa dilakukan oleh jajaran Polri adalah meminta orang yang berkerumun untuk bubar," tuturnya.
Lebih lanjut, Wakil Ketua MPR RI itu juga meminta penegakan hukum yang dilakukan jajaran kepolisian di tengah pandemi virus corona tidak menimbulkan ketegangan di kalangan masyarakat.
[Gambas:Video CNN]
Dalam surat yang dikonfirmasi Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono, Kapolri meminta jajarannya melakukan patroli siber untuk menindak hoaks dan ujaran kebencian terkait kebijakan penanganan corona.
"(Serta) Penghinaan terhadap penguasa/presiden dan pejabat pemerintah," tulis surat telegram yang ditandatangani Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo, atas nama Kapolri Jendral Idham Azis. (dhf/fra)
from CNN Indonesia | Berita Terkini Nasional https://ift.tt/2V8Px7W
via IFTTT
Bagikan Berita Ini
0 Response to "DPR Minta Polri Hati-hati Jerat Penghina Presiden soal Corona"
Post a Comment