"Bahwa beberapa episentrum penularan covid-19 ada beberapa memang, kami melihat ada 21 titik [di Jatim]. Cuma enggak semua bisa dilihat secara utuh, karena beberapa daerah ada yang belum memberikan data lengkap," kata Ketua Rumpun Tracing Kohar Hari Santoso. di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (6/4).
Dari klaster Pelatihan Petugas Haji saat ini terdapat 19 orang dinyatakan positif virus corona. Mereka tersebar di berbagai daerah di Jatim. Salah satu di antaranya meninggal dunia di Kabupaten Kediri.
Kohar menyebut klaster penularan virus corona lainnya berada di Kabupaten Magetan, yang terkait dengan pasien positif virus corona di Solo, Jawa Tengah. Dari klaster itu kini 9 orang dinyatakan poasitif.
![]() |
Kluster baru, kata Kohar, adalah kluster pasar. Dua pasar di Kota Surabaya, yakni Pasar Kapasan dan Pasar Pusat Grosir Surabaya (PGS) ditutup sementara. Dari dua titik tersebut lima orang dinyatakan positif virus corona.
"Ini masih perlu kami teliti lagi dengan lebih detail. Lalu ada juga klaster umrah, seperti yang kami temukan di Lumajang," ujarnya.
"Kami perlu data yang lebih komplit, lebih detail. Jadi kami mengimbau masyarakat yang memang ada kaitan dengan mereka yang sakit, hendaknya merasa punya tanggung jawab untuk mengisolasi diri," ujarnya.
Lebih lanjut, Kohar mengaku pihaknya juga mengalami kendala lantaran banyak masyarakat tak kooperatif dan terbuka tentang riwayat perjalanannya dan kontak terakhir dengan pihak lain.
"Karena memang kendala di tim tracing itu sebagian besar masyarakat tidak terbuka tentang riwayat perjalanan mereka. Apakah mereka pernah kontak dengan pasien positif atau tidak," kata dia.
Sampai kemarin, Minggu (5/4), jumlah pasien positif virus corona di Indonesia mencapai 2.273 orang. Dari jumlah itu, 198 orang meninggal dunia dan 164 orang lainnya dinyatakan sembuh.
Sementara di wilayah Jatim, terdapat 187 pasien positif virus corona, dengan 14 orang meninggal dunia dan 8 pasien sembuh. (frd/fra)
from CNN Indonesia | Berita Terkini Nasional https://ift.tt/34f8Xwk
via IFTTT
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Tim Perkirakan Ada 21 Klaster Covid-19 di Jawa Timur"
Post a Comment