
"Hingga sore ini, Sabtu (4/3), baru terbentuk 464 Kampung Siaga Covid-19 di seluruh wilayaj Kota Depok," ujar Idris dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (5/3).
Selanjutnya, Idris meminta warga Depok untuk mentaati instruksi berdiam diri di rumah dan menjaga jarak satu sama lain.
"Saya meminta kepada seluruh warga Depok untuk mengikuti seluruh protokol pemerintah. Berdiam diri di rumah, dan jaga jarak fisik sosial," jelasnya. Kampung siaga corona adalah pendekatan karantina yang dipilih oleh pemerintah Kota Depok sebelum ditetapkan sebagai daerah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hingga kini, PSBB sendiri masih dalam kajian pemerintah kota.
"Status PSBB sedang dikaji lebih lanjut sesuai dengan kondisi kewilayahan, dan dilakukan sesuai mekanisme PP 21 Tahun 2020," tutur Idris.
Adapun fasilitas yang diberikan Pemkot Depok dengan membentuk Kampung Siaga covid-19, yakni dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3 juta.
Pemkot Depok lewat Kampung Siaga Covid-19 menjadi tim yang akan mendistribusikan bantuan logistik kepada sejumlah pasien, seperti Pasien dalam Pengawasan (ODP), Orang dalam Pemantauan (ODP), maupun pasien positif Covid-19 yang tengah melakukan isolasi mandiri.Logistik akan diberikan kepada para pasien itu selama 14 hari masa isolasi.
(ndn/bir)
from CNN Indonesia | Berita Terkini Nasional https://ift.tt/3bWlUxD
via IFTTT
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Belum Berstatus PSBB, Depok Bentuk 464 Kampung Siaga Covid-19"
Post a Comment