
"Dari 70 ribu dibagi dua cara, pertama kepada wali kota/bupati dan kedua melalui rumah sakit, institusi kenegaraan, TNI dan Polri, yang terindikasi positif 832," ujar pria yang akrab disapa Emil itu di Bandung, Minggu (12/4).
Emil mengatakan 832 itu masih terindikasi positif. Dia tidak mengatakan positif terinfeksi virus corona secara gamblang karena masih harus menjalani tes swab lantaran rapid test masih memiliki kekurangan dalam hal akurasi.
Rapid test hanya mengandalkan sampel darah. Berbeda dengan tes swab yang mengambil sampel usap sehingga akurasi penentuan terjangkit virus semakin bagus.
"Per hari ini ngantri tes swab-nya, nanti saya sampaikan ke media berapa oleh rapid test dan swab. Kalau ternyata 100 persen itu kita laporkan ke pusat," ujarnya.
"Memang kasus di Jawa Barat ini diprediksi jumlahnya empat kali lipat dari yang diberitakan," tambahnya.
Mantan wali kota Bandung itu lalu mengatakan rapid test massal virus corona akan terus dilaksanakan walau beberapa daerah bakal melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"Kami berkomitmen tes masif sebagai metode pelacakan virus akan terus dimaksimalkan. Sampai hari ini sudah sebanyak 70 ribu hasil rapid test yang dilaporkan dan nanti akan berlanjut hingga 300 ribu tes," ujarnya.
Berdasarkan data di situs Pikobar, untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) hingga hari ini di Provinsi Jabar mencapai 2.349 orang. Rinciannya, sebanyak 1.378 masih dalam pengawasan dan 971 selesai pengawasan.
Di lingkup nasional, pemerintah pusat mengumumkan 4.241 telah positif terinfeksi Covid-19 hingga Minggu (12/4). Dari jumlah itu, 373 orang meninggal dunia dan 359 dinyatakan sembuh. (hyg/bmw)
from CNN Indonesia | Berita Terkini Nasional https://ift.tt/3a5ROpS
via IFTTT
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Hasil Rapid Test Jawa Barat, 832 Orang Positif Corona"
Post a Comment