"Alat rapid-testing ini bukan digunakan secara random. Dan bukan pula untuk dilakukan pengetesan massal di kawasan terbuka," kata Anies lewat instagram pribadinya, @aniesbaswedan dikutip Selasa (24/3).
"Pada fase ini kita perlu mengetes mereka yang beresiko menularkan terlebih dahulu," ujarnya.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
"Hari Sabtu kemarin mereka mengabarkan dan sesuai rencana Senin tiba di Jakarta. Mereka tertib, semua disalurkan terlebih dahulu lewat Gugus Tugas Nasional baru kemudian diteruskan ke Gugus Tugas Jakarta," katanya.
Dilansir dari laman corona.jakarta.go.id, sampai pukul 07.45 WIB, jumlah kasus positif corona di Ibu Kota secara kumulatif mencapai 356 orang. Dari total tersebut, 31 orang meninggal dunia, 22 orang dinyatakan sembuh, dan 218 orang dalam perawatan.
[Gambas:Video CNN]
Sementara data secara nasional sampai kemarin, Senin (23/3), jumlah pasien positif secara kumulatif sebanyak 579 orang. Dari jumlah tersebut, 49 orang meninggal dunia dan 30 pasien dinyatakan sembuh setelah dua kali dilakukan tes.
Sebelumnya, juru bicara pemerintah khusus penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan 125 ribu alat rapid test mulai dibagikan ke seluruh wilayah di Indonesia. Pemeriksaan menggunakan metode rapid test ini untuk mempercepat pencarian kasus positif virus corona di tengah masyarakat. (ctr/fra)
from CNN Indonesia | Berita Terkini Nasional https://ift.tt/3drMtfq
via IFTTT
Bagikan Berita Ini
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian
0 Response to "Terima 100 Ribu Rapid Test, Anies Tak Pakai untuk Tes Massal"
Post a Comment