
Terjadi kemacetan kendaraan di sekitar Pasar Remu, Kamis (9/4). Masyarakat pun berdesak-desakan membeli kebutuhan pokok, terutama bahan makanan.
"Saya mendapat informasi dari keluarga serta mengikuti di media sosial seluruh aktivitas di Kota Sorong akan tutup selama tiga hari sehingga saya bersama keluarga datang ke pasar berbelanja untuk kebutuhan tiga hari ke depan," kata Rina Amelia warga Malanu, Kota Sorong.
Rina mengatakan bukan keluarganya saja yang datang berbelanja ke pasar, tetapi tetangga di sekitar rumahnya juga berbondong-bondong membeli kebutuhan untuk tiga hari ke depan.
Pedagang sayur di Pasar Remu, Amiruddin mengaku juga mendapat informasi tak ada aktivitas selama tiga hari, mulai besok sampai 12 April 2020. Namun, belum ada surat edaran resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Sorong.
"Tetapi besok Jumat (10/4) saya tidak berjualan karena secara nasional hari libur atau tanggal merah dimana umat Kristen merayakan hari keagamaannya," ujar Amiruddin.
Sementara, Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Sorong, Rudy R Laku mengatakan imbauan Wali Kota Sorong terkait penghentian aktivitas total selama tiga hari belum pasti karena masih menunggu hasil rapat dengan Muspida.
Tidak hanya Pasar Remu, Kota Sorong, Pasar Ikan Jembatan Puri dan Pasar Tradisional Boswesen juga dipadati ribuan pembeli sejak pukul 06.00 WIT.
Selain dua daerah di Papua Barat itu, Kabupaten Mimika, Papua juga mengajukan penerapan PSBB.
Sejauh ini, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto baru memberikan izin PSBB di DKI Jakarta. Sementara sejumlah daerah penyangga Jakarta, kata Yurianto, juga telah mengajukan penerapan PSBB yakni Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, namun belum ada persetujuan. (Antara/fra)
from CNN Indonesia | Berita Terkini Nasional https://ift.tt/3aW0dxy
via IFTTT
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Ribuan Warga Kota Sorong Serbu Pasar di Tengah Wabah Corona"
Post a Comment