
"MPR mengambil peran sebagai lembaga pengawal ideologi bangsa, karena terjadi deideologisasi Pancasila pasca reformasi," ujar Zulhas.
Proses deideologisasi ini, kata Zulhas, terlihat dari nilai-nilai dalam sila Pancasila yang kian hari tergerus dengan fenomena globalisasi, nilai-nilai individualisme, liberalisme, dan ekstremisme."Fenomena ini yang seolah harus diterima sebagai standar nilai baru yang terbaik dalam pembangunan sistem politik, ekonomi, dan sosial budaya," katanya.
Zulhas dalam sidang tahunan MPR 2019 juga menuturkan bentuk deideologisasi Pancasila ini terlihat dengan pencabutan P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) dan pembubaran BP7 (Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila).
"Terakhir dilakukan juga penghapusan mata pelajaran Pancasila dari mata pelajaran pokok di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi," ucap Zulhas.
Atas dasar itu, lanjutnya, MPR pun terus berupaya melakukan pemantapan mental dan ideologi bangsa melalui kegiatan sosialisasi empat pilar: Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika.
Zulhas juga mengapresiasi langkah pemerintah yang membentuk badan khusus bernama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 7 tahun 2018.
"Hal ini menunjukkan komitmen kuat Presiden Joko Widodo dalam menjaga ideologi bangsa," ucapnya.
Ia berharap keberadaan MPR dan BPIP dapat menjalankan upaya pemantapan mental ideologi bangsa dengan baik."Segenap komponen bangsa harus memiliki keyakinan tentang kebenaran Pancasila, kemudian mempelajari, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya dalam sidang tahunan MPR 2019. (psp/wis)
from CNN Indonesia https://ift.tt/2z1nPPV
via IFTTT
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Zulhas Sebut Ada Deideologisasi Pancasila Pascareformasi"
Post a Comment